Suasana di jalan mulai ramai, kendati hari masih sangat pagi. Matahari bersinar sedikit malu-malu, udara hanya bertiup pelan saja, tapi pagi ini terasa sangat dingin.
Segerombolan anak bersepeda, sambil berteriak-teriak dengan candaan khas mereka. Sepintas memang gak ada yang istimewa dengan segerombolan anak bersepeda, maklum di Subang orang mulai gila "GOES". Entah ini karena mereka mulai sadar tentang GO GREEN yang banyak didengungkan, atau karena trend yang dibawa oleh artis-artis yang mereka lihat di tayangan infotainment yang setiap hari dicekokkan dalam otak mereka.
Yang pasti, pagi itu aku melihat seorang anak dengan sepeda "butut", mengenakan kaos yang sedikit lusuh. Tepat di dadanya ada bordiran yang kayaknya dia tempel dan jahit sendiri dengan tangan. Bordiran itu seperti potongan dari sebuah atribut (entah atribut apa). Yang dia tempel hanya bagian tulisannya saja.
Dari sorot mata dan raut mukanya aku tau, dia begitu bangga dengan tulisan dalam bordiran itu. INDONESIA. Ya, bordiran bertuliskan INDONESIA.
Lalu apa istimewanya seorang anak INDONESIA yang tinggal di INDONESIA mengenakan bordiran di dadanya bertuliskan INDONESIA? Gak ada!
Aku cuman mikir...
Seandainya anak itu tau, beberapa saat yang lalu demonstrasi meledak di mana-mana karena pemerintah negara yang dia tempel di dadanya itu mau menaikkan harga BBM yang pastinya akan berimbas pada harga beras yang ia makan dengan alasan ongkos angkut jadi naik — masihkah dia mau menempelkan tulisan INDONESIA di dadanya?
Seandainya dia tau betapa susahnya mencari pekerjaan di negara yang namanya dia tempelkan di dadanya itu, sehingga ribuan orang harus dikirim keluar negara yang namanya dia tempelkan di dadanya itu hanya untuk menjadi babu dengan imbalan sedikit embel-embel sebagai "pahlawan devisa" — padahal tak sedikit dari mereka yang dikirim itu mati, disiksa, diperkosa, dijadikan pelacur — akankah dia masih mau menempelkan INDONESIA di dadanya?
Seandainya dia tau betapa banyaknya pejabat negara yang namanya dia tempel di dadanya itu berurusan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi, untuk mempertanggungjawabkan uang rakyat yang dimakannya — akankah dia masih mau menempelkan INDONESIA di dadanya?
Semoga saja masih banyak anak-anak seperti dia yang gak menghiraukan serentetan masalah yang ada di INDONESIA, bangga menjadi anak INDONESIA, terus berjuang untuk INDONESIA dan menjadikan INDONESIA sebagai negara yang benar-benar membanggakan dunia.
Semoga!!!
Brian Kamoed
23 Apr 2012