Hari masih pagi, namun kehidupan di rumahku sudah dimulai dari sebelum subuh.
Teriak El, anakku yang pertama, menyambutku dengan ceria. Oh iya, aku punya 2 anak. Yang pertama namanya Mentariku El Jingga (El), umurnya baru tiga tahun. Dan yang kedua Lembanyungku El Jingga (Ay), yang berumur dua tahun.
Seperti biasa, aku selalu ke pasar setiap pagi. Kebetulan jaraknya tidak begitu jauh dari rumah, mungkin hanya memerlukan waktu 5 menit saja jika ditempuh dengan jalan kaki. Dan memang aku selalu jalan kaki ke pasar — selain jaraknya yang dekat, juga itung-itung olahraga.
Pagi itu aku membeli keperluan untuk usahaku. Yah, aku punya usaha kecil-kecilan, tepatnya usaha istriku. Aku buka counter Bandeng Qu — counter makanan serba bandeng di Food Station Yogya Grand Subang. Dan memang aku kebagian tugas untuk belanja ke pasar, karena untuk memastikan dapat barang dengan kualitas yang bagus.
Dan biasanya di pasar, aku suka membelikan anak-anakku jajanan pasar. Tapi kali ini aku kehabisan jajanan itu — mungkin karena aku berangkatnya agak siang. Jadi aku hanya membelikan 3 buah salak untuk anakku.
Tiga buah salak yang jadi pelajaran berbagi.
Tanpa ragu aku membuka dan makan satu buah salak yang kubeli itu.
(De Fat = tetanggaku.)
"Oh malunya aku... Ternyata anakku punya semangat berbagi yang jauh lebih baik dari aku."
Brian Kamoed
29 Jun 2012